Gunung Rinjani – Surga bagi para pendaki


Gunung Rinjani – Surga bagi para pendaki

Pulau lombok menjadi tempat tujuan para wisatawan baik domestik maupun mancanegara, salah satu ikon pariwasata lombok yaitu Gunung Rinjani. Padang savana, caldera, danau segara anak dan indahnya pemandangan dipuncak gunung yang memiliki ketinggian sekitar 3.726 mdpl menjadi daya tarik bagi para pelancong yang menyukai petualangan. Pendakian dapat dilalui melalui tiga jalur yaitu senaru, sembalun dan torean, masing-masing jalur pendakian memiliki panorama tersendiri dan keunikan alam yang berbeda, sembalun dengan padang savananya, senaru dengan deretan pepohonan hutan, timbanuh dengan deretan hutan pakis.

Gunung Rinjani merupakan bagian dari ‘cincin api’ yang terkenal dan memegang peranan penting dalam aspek kehidupan spiritual masyarakat setempat. Disaat musim kemarau, rumput menjadi kering dan mudah tersulut api. Kebakaran beberapa kali terjadi sehingga para pendaki yang melintasi jalur sembalun akan dapat melihat luasnya savana di kaki gunung rinjani dengan warna tumbuhan yang hitam karena habis terbakar. Saat itu warga Kampung Adat Senaru mempersiapkan diri melakukan upacara Roah Asuhan Gunung. Upacara itu dilaksanakan pada akhir musim kemarau sebagai permohonan agar gunung dan kehidupan di bawahnya kembali hidup.

Masyarakat Suku Sasak di Pulau Lombok menempatkan gunung Rinjani lebih dari sekedar jajaran gunung tertinggi di Indonesia. Rinjani adalah plasma nuktoh dan sekaligus pusat kosmos bagi masyarakat Sasak. Pada Gunung Rinjani terakumulasi pandangan masyarakat Sasak tentang saujana alam dan budayanya. Secara fisik maupun spiritual Rinjani adalah pusat kosmos masyarakat Sasak. Secara fisik menjadi orientasi dalam konsep tata ruang makro, meso maupun tata ruang mikro, dan secara spiritual Rinjani merupakan pusat kekuatan, tempat berhimpunnya roh nenek moyang bersama para wali dari seluruh penjuru dunia.

Panorama Gunung Rinjani menjadi daya tarik utama bagi para pendaki di seluruh dunia. Keindahan yang tiada duanya ada di danau segara anak yang memiliki banyak keunikan. Danau segara anak dengan ketinggian ± 2.010 mdpl dan kedalaman danau sekitar ± 230 meter mempunyai bentuk seperti bulan sabit dengan luasan sekitar 1.100 Ha. Banyak pendaki yang gemar memancing di Danau Segara Anak untuk mendapatkan ikan dan dibakar untuk dijadikan makanan. Disekitar Danau Segara Anak terdapat lahan yang cukup luas dan datar, dapat digunakan untuk tempat berkemping/berkemah. Pengunjung juga dapat membersihkan diri dengan berendam di air panas yang mengandung belerang.

Gunung Rinjani merupakan gunung tertinggi ketiga di Indonesia, pendakian ke Gunung Rinjani merupakan hal yang menantang untuk melakukan sebuah petualangan, perjuangan yang harus dilewati adalah medan menanjak tanpa belas kasih dan hanya mendapatkan sedikit bonus medan mendatar, namun semua itu akan dihadiahi dengan pemandangan gunung berapi yang masih aktif diantara megahnya Danau Segara Anak.

Kegiatan :

Untuk pendaki yang ingin ke Gunung Rinjani biasanya memulai dari Desa Sembalun yaitu desa di kaki Gunung Rinjani. Sebelum memulai penanjakan pengunjung wajib membeli karcis masuk Taman Nasional Gunung Rinjani di pos pendaftaran pengunjung. Biaya karcis sebesar Rp 10.000/ orang untuk durasi dua hari.

Memulai penanjakan dari desa Sembalun di pagi hari, pengunjung bisa melakukan perjalanan menuju plawangan sembalun, yaitu tempat berkemahnya pengunjung sebelum melakukan pendakian ke puncak Rinjani, namun sebelum sampai ke plawangan para pengunjung dapat beristirahat sejenak di tiga post pendakian.

Dini hari sekitar pukul 03.00 disaat nyenyaknya tidur didalam tenda yang berdiri kokoh di plawangan sembalun, pengunjung harus segera bersiap untuk melakukan pendakian ke puncak Gunung Rinjani. Berbagai rintangan akan benar-benar didapatkan pada moment ini karena dingin nya udara dan ngebulnya debu vulkanik serta kencangnya angin diatas plawangan akan menjadikan tantangan tersendiri, namun tantangan seperti itu dapat sedikit terlupakan ketika kita melihat banyaknya bunga abadi atau disebut juga Edelweiss yang merupakan tanaman langka dan berharga. Pengunjung  tidak dapat membawa atau memetik Edelweiss dari taman. Edelweiss dianggap masyarakat setempat merupakan bagian misteri dunia dari kerajaan roh. Pada zaman dahulu, seseorang yang menginginkan bunga ini harus cukup berani untuk bertarung dan mempertaruhkan jiwanya. Oleh karena itu bunga ini disebut juga Sandar Nyawa.

Setelah sampai pada penanjakan terakhir menuju summit Rinjani, maka tantangan terberat adalah medan pasir kerikil yang membuat kita berjalan lama, ketika diinjak sebanyak dua langkah kaki maka terasa seperti satu langkah karena medan yang sangat menanjak dengan dataran yang dapat terperosot jika diinjak. Tapi hal itulah yang akan terlupakan sekaligus terbayarkan semua ketika kita sampai puncak Rinjani. Dari puncak Gunung Rinjani dengan suasana sunrise dari arah timur terlihat Gunung Tambora yang kokoh, dan dari arah barat terlihat pula tegaknya Gunung Agung yang berada di Bali. Betapa indahnya pemandangan yang didapat dari kedua pasang mata, seakan kita tak dapat berhenti untuk mengucap syukur kepada Tuhan Semesta Alam.

Menikmati perjalanan turun dari puncak merupakan hal yang mudah dibandingkan saat pendakian, para pendaki dapat kembali ke Plawangan Sembalun dengan waktu yang singkat. Setelah melakukan pendakian maka bersiaplah untuk explore ke Danau Segara Anak dan bermalam di sekitar area danau.

Pagi hari disaat matahari mulai menyinari ke arah tenda, maka jangan lewatkan untuk berfoto ria di Danau Segara Anak, karena pagi hari adalah waktu yang pas untuk melakukan aktifitas disaat belum terlalu panas. Setelah puas bermain disekitaran danau dan berendam di air panas maka perjalanan untuk turun gunung akan dilanjutkan melalui pintu Senaru. Perjalanan menuju pintu senaru berbeda dengan desa sembalun yang penuh dengan padang savana. Melalui senaru kita akan melintasi lebatnya hutan pepohonan yang sering dilalui oleh berbagai macam jenis burung yang indah. Setelah sampai pintu senaru maka berakhirlah sudah petualangan Gunung Rinjani yang tak akan terlupakan dalam catatan petualangan bagi masing-masing individu.

+ There are no comments

Add yours